Karakteristik dan Trend Populasi Kerbau (Bubalus bubalis) di Indonesia

Penulis: Oky Setyo Widodo, drh., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. M. Anam Al Arif, drh., MP., Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., MP., Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., MP, Shelly Wulandari, drh., M.Si., Ph.D.
Harga: Rp. 70.000
Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan ternak lokal yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan tropis lembap, terutama di wilayah rawa dan persawahan. Di Indonesia, jenis yang dominan adalah kerbau rawa dengan ciri warna kulit abu-abu kehitaman, tanduk melengkung, serta tubuh besar dan kuat. Kerbau tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber daging, tetapi juga sebagai tenaga kerja pertanian dan bagian penting dari sistem usaha tani tradisional. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, tren populasi kerbau di Indonesia cenderung stagnan bahkan menurun akibat alih fungsi lahan, rendahnya produktivitas reproduksi, serta menurunnya minat generasi muda dalam beternak kerbau.Selain faktor populasi, aspek kesehatan menjadi tantangan penting dalam pengembangan ternak kerbau. Beberapa penyakit yang umum menyerang kerbau antara lain Septicemia Epizootica (ngorok), Antraks, serta Parasit internal dan Parasit eksternal. Penyakit-penyakit tersebut dapat menurunkan produktivitas, bahkan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penerapan manajemen kesehatan seperti vaksinasi, sanitasi kandang, pemberian pakan berkualitas, serta pengendalian parasit sangat diperlukan. Upaya peningkatan kesehatan ternak ini menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan populasi kerbau dan mendukung perannya dalam ketahanan pangan nasional.